
Mengirup Manisnya Reda
belum puas mencium harum
terkulai, kelopakmu gugur
jangan kau tangisi
kembangnya menjadi pusara
Tuha...
senyuman di bibirmu tetesan madu segar
penawar pelbagai penyakit ujar pengamal perubatan
tatkala memandangnya panorama alam indah
maka tergesa-gesa tekanan di batin melesap si pencuri
elak tertangkap kemudian dihukum
dan lidahmu begitu manis mengukir kata-kata
persis umpan tersalut utuh di mata kail
nanti akan menewaskan mangsa yang terpesona
tapi permainanmu akan terbongkar nanti
kerana lazimnya kepalsuan tiada yang abadi
sudah acap kali dikejutkan
agar segera melucutkan pakaian kemunafikan itu
bukankah akhirnya akan memakan diri
tapi hanya angin lalu
cukup-cukuplah, perempuan muda
apa sebenarnya yang kau impikan?
masanya kini kau temukan diri sendiri
seperti terpantul di cermin
itulah jati diri

























































