
Mengirup Manisnya Reda
belum puas mencium harum
terkulai, kelopakmu gugur
jangan kau tangisi
kembangnya menjadi pusara
Tuha...
di dalam ketuhar jiwa
puisiku hangat membakar
lapisan-lapisan cinta
di dalam loyang asmara
adunan aksara rindu
berbisik saling setia
cukup masa bahagia
menggebulah wajah riang
mendulang keikhlasan
tapi seandainya
hangatnya mulai reda
dan pahit semakin terasa
jangan mudah loya
masukkan semula
ke dalam ketuhar jiwa
kerana puisiku masih setia
menghangatkan kembali
lapisan-lapisan cintamu

























































