
Mengirup Manisnya Reda
belum puas mencium harum
terkulai, kelopakmu gugur
jangan kau tangisi
kembangnya menjadi pusara
Tuha...
sudah beberapa kali
namanya disebut-sebut
dipanggil-panggil
atau dibilang-bilang
dan ditimbang-timbang
namun, itulah yang kelihatan
dengan wajah kematian
“dan, kini sudah beberapa kali
Tuhan menanti
namanya diulang lagi
sehingga menjadi tanah
yang pasrah!”

























































