
Mengirup Manisnya Reda
belum puas mencium harum
terkulai, kelopakmu gugur
jangan kau tangisi
kembangnya menjadi pusara
Tuha...
kibaskan sayap tersimpan
awas, deru angin selalu melawan
awan gemalai dengan putih gebunya
meluruhkan gusar pada musim duka
sepetak hatimu yang basah di jemuran
nanti dikeringkan mentari
hidup ini pergulatan
mengenal angin dan hujan
dengan sayap yang tercarik
berulang, kembali dijahit

























































