
Mengirup Manisnya Reda
belum puas mencium harum
terkulai, kelopakmu gugur
jangan kau tangisi
kembangnya menjadi pusara
Tuha...
tergantung di dahan renta
daun tidak lengah
cekal menentang rayuan semilir
menggodanya, membebas diri
meski waktu mengikis
usia hijaunya
dan tubuh tergores luka
sabarnya tidak goyah
berpegang pada janji musim
menghitung detik luruhnya
rebah ke pelukan Tuhan
yang dirindui

























































