
Mengirup Manisnya Reda
belum puas mencium harum
terkulai, kelopakmu gugur
jangan kau tangisi
kembangnya menjadi pusara
Tuha...
magis mentari
menusuk pena pagi
diam-diam menggebu
di sanubari
engkau mengatakannya fiksi
antara kepingan muka surat
yang dicetak, dengan darah dan api
antara huruf dan angka
yang ditekap, dengan cinta dan nadi
dialah yang memanterai hari
teruntuk malam memuntahkan bintang
jadikannya kerlipan terang-infiniti
buat sang kekasih abadi
tersembunyi

























































